
Padang Pariaman, (22/1), Pasca Gempa 30 September yang lalu, Kabupaten Padang Pariaman membutuhkan dana sebesar Rp 8,7 Triliun untuk pemulihan kembali. Hal itu dikarenakan Padang Pariaman mengalami kerusakan sarana dan prasarana yang begitu parah. Dana Triliunan itu akan dipergunakan untuk membantu rumah penduduk sekitar Rp 7,8 Triliun, perbaikan infrastruktur Rp160 Miliar, sektor sosial Rp 600 Miliar dan infrastruktur ekonomi Rp74 Miliar dan sektor lainnya senilai Rp 35 Miliar.
"Untuk memulihkan kerugian fisik melalui tahapan recovery, rehabilitasi, dan rekonstruksi (3R), Pemkab perlu menggalang segala daya dan upaya, sebab kalau hanya mengandalkan sumber dana dari APBD yang setiap tahunnya hanya Rp 600 Miliar, maka dibutuhkan waktu 14 tahun untuk memulihkan kembali,"ungkap Bupati Padang Pariaman Drs. H. Muslim Kasim Dt. Sinaro Basa, MM, Jum'at (22/1).
Menurutnya, Pemkab akan terus melakukan segala upaya untuk mendatangkan bantuan kedaerah. Langkah itu dilakukan Pemkab untuk perbaikan disegala sektor pembangunan, guna peningkat perekonomian masyarakat. Karena hal itulah Pemkab membutuhkan dukungan dari semua pihak, sehingga Kabupaten ini akan semakin terus berkembang dan maju. Sementara itu usaha yang dilakukan Pemkab untuk membebaskan masyarakat dari depresi dan trauma gempa dan peningkatan usaha kecil dan perekonomian masyarakat telah dilakukan, yang kesemuanya tergabung dalam program pemerintah yang disebut "Padang Pariaman Bangkit". dan dalam hal itu pemerintah pusat telah menyetujui membantu Padang Pariaman senilai Rp 3,7 Triliun,"ujarnya",