Register

Makam Syekh Bintungan Tinggi

Beralamat di Korong Kampung Tangah, Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris. Makam ini sangat mudah diakses, baik dengan kendaraan roda dua maupun lebih, karena terletak di pinggir jalan kampung beraspal dalam kondisi baik.  Letak astronomis 0°39'35.44” LS dan 100°12'15.21” BT. 

Makam ini merupakan kuburan Syekh Abdurrahman atau lebih dikenal dengan nama Syekh Bintungan Tinggi. Syekh Aburraham merupakan salah satu tokoh penyebaran Islam di pesisir Pariaman yang mempunyai pertalian sejarah dengan Syekh Burhanudidn Ulakan.
Makam Syekh Abdurrahman berada dalam sebuah gobah (cungkup makam) berdenah bujur sangkar berukuran 9 m x 9 m dan ruang utama berukuran 5 m x 5 m. Pintu masuk berada di sisi selatan. Lantai makam ditinggikan 1 m dari permukaan tanah. Bangunan asli dari gobah ini sudah hancur akibat gempa tahun 2009 yang lalu. Selain makam Syekh Abdurrahman, di dalam gobah ini juga terdapat beberapa makam lain, yaitu makam para murid Syekh.
Secara morfologis, makam Syekh Bintungan Tinggi terdiri dari jirat dan nisan. Jirat makam berbahan mortar dengan denah persegi panjang berukuran panjang 3,5 m, lebar 2 m, dan tinggi 60 cm.  Adapun nisannya berbahan batu berukuran tinggi 40 cm dan lebar 30 cm (nisan kepala) dan tinggi 35 cm dan lebar 25 cm.  Sementara itu, makam lain hanya bernisan saja dan tidak ada yang berjirat. 

Makam Syekh Burhanuddin

Beralamat di Korong Manggopoh Dalam, Nagari Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis. Makam ini sangat mudah diakses, baik dengan kendaraan roda dua maupun lebih, karena terletak di dekat Jalan Raya Pariaman-Bandara (BIM). 0°41'50.50” LS dan 100°11'2.55” BT. Makam ini merupakan tempat dikuburkannya Syekh Burhanuddin, salah seorang penyebar dan tokoh agama Islam awal di Sumatera Barat.Makam Syekh Burhanuddin berada dalam sebuah gobah (cungkup makam) berukuran 4,5 m x 5 m.  Selain makam Syekh Burhanuddin, di dalam gobah ini terdapat 2 makam lainnya, yaitu makam para murid Syekh. Gobah Makam Syekh Burhanuddin sendiri juga berada dalam sebuah komplek makam.Secara morfologis, makam Syekh Burhanuddin terdiri dari jirat dan nisan. Jirat berdenah persegi panjang berukuran 2 m x 1 m terbuat dari bahan mortar (batu berspesi), sedangkan nisan (baru) terbuat dari batu.

Syekh Burhanuddin juga dikenal sebagai penyebar agama di Minangkabau pada abad ke-17. yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang agama Islam dan juga dipercayai memiliki kekuatan supranatural.

Meninggalnya Syekh Burhanuddin pada tanggal 10 Syafar tidaklah membuat kharisma beliau tertelan oleh bumi. Hal ini terbukti sampai saat ini makam beliau masih dikunjungi oleh peziarah yang dikenal dengan BASAPA.

Selengkapnya: Makam Syekh Burhanuddin

Jajak Pendapat

Bagaimana Mnurut Anda Pelayanan Publik di Padang Pariaman